Mengenal Contoh SOP Sterilisasi Alat Medis Di Rumah Sakit & Klinik

Sterilisasi alat kesehatan merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakukan di rumah sakit dan di seluruh instansi pusat – pusat pelayanan kesehatan lain yang sejenis. Hal ini bukan tanpa alasan, prosedur ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pada seluruh pihak yang ada di lingkungan tersebut. Mau tahu lebih jauh tentang sterilisasi alat kesehatan ? yuk baca ulasannya di artikel ini.

Sebelum masuk ke dalam topic pembahasan yang lebih dalam, sudahkah anda mengetahui apa itu sterilisasi ? Sterilisasi didevinisikan sebagai proses atau kegiatan untuk mematikan / membasmi / memusnahkan mikroorganisme patogen yang menempel pada benda atau alat tertentu dengan menggunakan metode tertentu. Metode yang sering digunakan pada proses sterilisasi alat medis adalah metode fisik dan kimiawi.

Tujuan Sterilisasi Alat Kesehatan

Di paragraf pembuka diatas dan juga dari definisi sterilisasi secara umum kita dapat menyimpulkan apa sebenarnya tujuan dilakukannya sterilisasi alat – alat kesehatan di rumah sakit dan klinik. Berikut ini, beberapa tujuan yang ingin diperoleh dari diwajibkannya sterilisasi alat – alat kedokteran.

  • Menjamin kualitas peralatan yang steril
  • Mencegah penularan penyakit melalui Bakteri & Virus tertentu
  • Memberikan keamanan dan kenyamanan pengguna alat dan juga pasien
  • Memenuhi syarat linkungan rumah sakit seperti dalam Kemenkes 1204/Menkes/SK/X/2004
  • Menjamin kebersihan dan kesterilan peralatan rumah sakit yang aman digunakan

Metode Atau Cara Sterilisasi Alat Kesehatan

Telah sedikit disebutkan diatas bahwa cara atau proses terilisasi alat kedokteran di rumah sakit atau klinik dilakukan dengan beberapa metode. Diantaranya yaitu metode fisik dan kimiawi. Metode fisik yang umumnya dilakukan yaitu dengan Pemanasan, yakni panas uap, panas kering dan juga dimasak (boille). Sedangakn metode kimiawi yaitu dengan penggunaan bahan – bahan kimia desinfektan.

Biklah, berikut ini beberapa metode sterilisasi alat kesehatn yang banyak digunakan di rumah sakit atau klinik.

# Proses Sterilisasi Kimia

perendaman alat medis

Sterilisasi kimia ini sebenarnya selalu dan wajib dilakukan sebelum proses sterilisasi fisik (dengan pemanasan). Proses sterilisasi kimiawi ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran – kotoran organik yang menempel pada alat tersebut seperti bekas darah dan lain sejenisnya. Berikut prosedur sterilisasi kimia pada alat – alat kesehatan dan juga alat kedokteran lainnya.

  • Sebelum memulai proses sterilisasi, petugas diharuskan menggunakan sarung tangan
  • Kemudian menyiapkan bak untuk merendam peralatan medis yang akan disterilkan
  • Isi bak dengan laurutan Klorin 0,5%
  • Kemudian, masukkan satu persatu alat – alat kedokteran ke dalam bak dan rendam selama kurang lebih 10 menit.
  • Kemudian setelah proses perendaman, sekarang pembilasan menggunakan air mengalir dari kran.
  • Gunakan sikat dan air sabun untuk membesihkan alat yang berbahan logam, namun harus hati – hati agar tidak tertusuk dan juga mengenai alat lain yang tidak terbuat dari logam.
  • Lakukan pada semua alat kesehatan dan pastikan sudah tidak ada lagi kotoran yang menempel pada alat tersebut.
  • Bilas dengan air bersih dan letakkan pada bak khusus untuk kemudian disterilkan dengan metode selanjutnya.

# Proses Sterilisasi Fisik

1. Sterilisasi Panas Kering

sterilisasi panas kering

Untuk peralatan medis yang terbuat dari logam setelah proses sterilisasi dengan bahan kimia (klorin), sekarang masuk pada proses selanjutnya yaitu proses sterilisasi fisik dengan menggunakan panas kering. Proses sterilisasi ini membutuhkan alat khusus yaitu dry heat sterilizer atau sering disebut sterilisator kering. Berikut prosedur sterilisasi alat medis dengan panas kering.

  • Alat yang akan disterilkan tidak perlu menunggu kering
  • Buka pintu sterilisator dan letakkan alat dengan posisi yang rapi yang terdapat di dalam sterilisator, untuk memudahkan letakkan pada satu mampan logam dan klasifikasikan sesuai dengan kategorinya
  • Setelah semua alat masuk ke dalam sterilisator, tutup puntu sterilisator dn pastikan anda menutupnya dengan benar dan rapat.
  • Nylakan alat dan tunggu selama kurang lebih 60 meint
  • Setelah selesai, matikan alat dan tunggu hingga suhu di dalam sterilisator turun.
  • Tunggu hingga lampu indikator mati, kemudian buka pintu sterilisator dan ambil alat yang telah disteriklkan dengan menggunakan korentang.

2. Sterilisasi Menggunakan Autoclave

sterilisasi dengan autoclave

Selain metode panas kering, proses sterilisasi alat kesehatan juga bisa dilakukan dengan menggunakan panas uap. Metode ini juga dikenal denga metode steam, atau kukus. Selain dengan penguapan pada metode ini juga dilibatkan faktor tekanan tinggi yang membuat metode ini dianggap efektif untuk menghilangkan mikro organisme hingga ke sporanya. Metode ini dilakukan dengan menggunakan alat yang familiar dikenal dengan istilah Autoclave.

  • Persiapkan autoclave yang akan digunakan
  • Persiapkan peralatan medis yang akan disterilkan, dimana sudah melalui proses sterilisasi kimia dengan perendaman klorin
  • Tuangkan air pada dandang autoclave secukupnya, biasanya terdapat batas untuk mempermudah ukuran
  • Masukkan peralatan yang akan disterilkan dengan cara menata rapi di dalam rak sterilisator di dalam Autoclve, jangan terlalu rapat agar uap dapat bergerak bebas dan mengenai semua alat
  • Kemudian tutup autoclave dengan penutupnya, kemudian kencangkan baut dan pastikan autoclave tertutup dengan rapat
  • Buka katup pelepas tekanan di bagian tutup autoclave dan kemudian nyalakan.
  • Bila air sudah mendidih dan uap air keluar dari katup hingga terdengar bunyi mendesis. Tutup katup tersebut dan tekanan akan naik, bisa dilihat pada skala pengukur tekanan.
  • Proses sterilisasi dengan cara mempertahankan tekanan pada 1 atm selama 15 hingga 20 menit.
  • Jiika sudah selesai, matikan autoclave dan tunggulah hingga tekanan kembali pada angka 0, kemudian bukalah katup pelepas tekanan untuk menghabiskan sisa uap di dalam autoclave.

Proses sterilisasi dilanjutkan dengan pembungkusan menggunakan steril pouch, atau bisa juga diletakkan pada lemari di ruangan khusus yang telah disterilkan dan tidak boleh sembarangan orang masuk ke dalamnya. Dan yang juga perlu dilakukan, jangan lupa memberikan tanggal kadaluarsa agar kesterilan lebih terjaga.

Untuk anda yang kebetulan bekerja di sebuah instansi kesehatan atau yang lain dan membutuhkan alat sterilisasi, anda bisa cek di distributor Autoclave Indonesia di www.jualautoclave.com, jual Autoclave dengan berbagai macam model dan ukuran volume yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan anda.

Sekian, semoga bermanfaat !

Loading...

Leave a Reply