Mengenal Penyakit PPOK, Diagnosa, Pengobatan & Pencegahan

PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif merupakan slah satu penyakit pada saluran pernapasan yang banyak diderita di Indonesia. Segaian besar diderita oleh paruh baya dan dan rata – rata adalah seorang perokok. Ingin tahu lebih lanjut mengenai penyakit ini ? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Salah satu sistem yang menunjang kehidupan pada manusia yaitu respirasi atau pernafasan. Menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2), merupakan mekanisme yang selalu kita kerjakan tanpa sadar. Dalam hal ini organ yang yang berperan penting adalah Paru – paru.

Karena berbagai macam faktor, organ ini dapat mengalami penurunan. Ketika hal ini terjadi, tentu saja sistem pernafasan kita terganggu. Sebagai akibatnya, kondisi kesehatan kita juga menurun. Salah satu penyakit pada paru – paru yang sedang cukup mendapat banyak sorotan sekarang ini yaitu PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif.

Pengertian Penyakit Paru Obstruktif (PPOK)

Apa sih yang dimaksud dengan Penyakit Paru Obstruktif (PPOK) itu ? Obstruktif diartikan secara umum dengan sumbatan, halangan atau rintangan. Jadi Penyakit Paru Obstruktif adalah penyakit yang terjadi pada paru – paru, bisa karena terjadi peradangan yang membuat sirkulasi udara ke paru menjadi terhambat. Peradangan ini memunculkan lendir atau dahak, dan dahak itu yang menghalangi aliran udara ke paru sehingga nafas terasa sesak.

Penyakit ini tidak serta merta dirasakan oleh penderitanya melainkan dalam waktu yang lama (jangka panjang). Kebanyakan orang yang mengalaminya adalah mereka yang memiliki kebiasaan merokok dan juga usia tertentu (paruh baya). Rata – rata keluhan yang diderita sesak napas dan batuk. Berikut gejala yang umum terjadi pada penderita PPOK.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif

Tanda atau ciri seseorang yang mengidap penyakit paru obstruktif relatif sama dengan gangguan pernapasan yang lainnya. Kurang lebih seperti ini :

  • Sesak nafas, nafas tersengal – sengal, terutapa ketika melakukan aktivitas fisik yang berat
  • Batuk yang disertai dengan dahak, lendir berwarna kuning kehijauan
  • Nyeri di dada
  • Kelelahan (lemas)
  • Berat badan menurun
  • Nafas berbunyi seperti pada gangguan asma
  • Kebiruan pada bibir dan kuku

Gejala tersebut bisa jadi tidak sama dengan ciri atau gejala yang dihadapi oleh orang lain yang mengidap penyakit tersebut. Namun, secara umum gejala yang ditimbulkan tidak jauh seperti diatas.

Diagnosa Penyakit Paru Obstruktif

diagnosis penyakit ppok

Bagaimanapun gejala yang dikeluhkan oleh pasien, tetap saja penyakit ini perlu dilakukan diagnosa lebih lanjut agar dapat ditindaklanjuti dengan pengobatan yang efektif. Biasanya, diagnosa awal penyakit ini dilakukan oleh dokter melalui keluhan – keluhan serta pemeriksaan awal oleh dokter. Dokter juga akan menanyakan kepada anda apakah anda memiliki kebiasaan merokok.

Kemudian anda akan disarankan menjalani tes uji fungsi paru – paru yang sering disebut dengan tes spirometri. Anda bisa menjalani tes tersebut di rumah sakit atau di laboratorium swasta yang melayani tes tersetbut. Anda akan dipandu untuk bernafas dengan menggunakan alat spirometer melalui beberapa cara bernafas pada mouthpiece spirometer. Setelah selesai, anda akan diberikan hasil berupa grafik dan nilai prosentase yang dapat menunjukkan fungsi paru – paru anda.

Tidak menutup kemungkinan selain tes tersebut anda juga direkomendasikan untuk menjalani cek darah untuk melihat ada tidaknya penyakit lain yang serupa. Kemudian foto rontgen torak untuk melihat gangguan paru – paru yang mungkin terjadi dan juga tes EKG untuk memeriksa kondisi kesehatan jantung atau juga pengambilan sample dahak untuk diuji di laboratorium.

Faktor Resiko PPOK

Sebenarnya diatas sudah kita sebutkan, kebanyakan orang yang menderita penyakit ini adalah paruh baya dan juga perokok. Jadi dua faktor resiko yang melatar belakangi penyakit ini yaitu perokok dan juga paruh baya (usia lanjut). Namun disamping itu ada juga faktor resiko lainnya seperti berikut ini :

  • Paparan polusi udara dalam waktu yang sangat lama. Hal ini sering dialami oleh para pekerja pabrik yang setiap hari terpapar polutan gas dari mesin – mesin industri. Atau terpapar polusi asap kendaraan bermotor untuk para pekerja yang berada di jalan raya.
  • Penyakit pernapasan lain seperti Asma
  • Keturunan

Pengobatan Dan Pencegahan PPOK

penyakit paru obstruktif

Setelah diagnosa positive terhadap penyakit PPOK dokter akan melakukan penanganan dengan menggunakan obat – obatan dan juga terapi. Obat yang diberikan biasanya sesuai dengan sudah seberapa parah kondisi dan gejala yang dirasakan oleh pasien.

Obat – obatan yang diberikan diantaranya untuk mengurangi dan melegakan napas, mengencerkan dahak dan juga mengurangi peradangan. Jika tindakan ini tidak bisa mengatasi atau mengurangi gejala penyakit bisa dilakukan operasi, khusus untuk kasus PPOK parah hingga menyebabkan infeksi paru. Tindakan operasi yang dilakukan yaitu dengan transplantasi paru.

Pencegahan Penyakit PPOK

Bagi kita yang masih sehat dan belum belum dikatakan paruh baya masih banyak kesempatan untuk menghindarkan diri dari penyakit PPOK yang bisa saja menjangkit pada kita. Berikut ini beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan.

  • Sedapat mungkin untuk berhenti merokok
  • Bila anda bekerja di paparan polusi udara maka gunakanlah masker namun lebih baik untuk menghindarkan dari paparan polusi
  • Olahraga teratur
  • Menjalani pola hidup sehat
  • Memeriksakan diri ke dokter secara berkala dan mengecek kondisi kesehatan paru – paru jia anda kemungkinan masuk dalam faktor resiko penderita PPOK
Loading...

Leave a Reply