Mengenal Bayi Kuning, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Bayi Kuning, pernahkah anda mendengarnya ? Mungkin di masyarakat kita sering disebut dengan “penyakit kuning”. Hal ini karena warna kulit penderitanya berubah warna menjadi kekuning – kuningan. Mengapa demikian ? Dan Apa sebenarnya penyakit bayi kunig tersebut ? Ruang Berbagi pada kesempatan ini ingin mengulas sekilas tentang penyakit ini.

Pengertian Penyakit Kuning

Dalam istilah medis atau kedokteran “bayi kuning” disebut dengan istilah Ikterus. Yaitu suatau kondisi yang dialami oleh bayi baru lahir yang tampak kuning pada kulit dan matanya karena kadar bilirubin di dalam tubuhnya melebihi batas normalnya. Oleh karena itu penyakit ini juga disebut dengan istilah Hiperbilirubinemia.

Penyebab Bayi Kuning

Secara umum warna kuning yang ditimbulkan yaitu karena pigmen bilirubin yang terlalu berlebihan pada tubuh bayi. Bayi kuning umumnya dialami oleh bayi yang terlahir prematur. Meskipun demikian, tidak sedikit bayi yang terlahir normal juga mengalami hal yang sama pada waktu 2 atau 3 hari.
Namu kuning yang dialami bukan kuning yang dimaksud.

Penyakit kuning pada bayi normal hanya karena masalah fisiologis dan bukan karena kelainan penyakit. Hal ini dikarenakan fungsi hati yang belum sempurna. Dan masalah ini akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Sudah kita jelaskan sedikit di atas, bahwa penyebab bayi kuning adalah karena meningkatnya kadar bilirubin di dalam darah. Alaminya, sel – sel darah merah akan memecah secara berkala yang menimbulkan zat sampah yang disebut bilirubin inderek. Pada saat bayi dalam kandungan, bilirubin indirek dibuang melalui plasenta menuju ke organ hati ibunya.

Dari situ bilirubin indirek diproses menjadi Bilirubin direk yang kemudian dibuang bersama dengan kotoran (tinja). Namun setelah bayi terlahir, ia harus memproses bilirubin inderek sendiri. Kondisi organ hati yang belum matang (sempurna) membuat proses ini menjadi lambat dan terjadi penumpukan kadar bilirubin indirek yang tinggi. Inilah penyabab bayi kuning atau ikterus.

Penyebab Bayi Kuning Yang Bersifat Patologis

Ada cukup banyak penyebab bayi kungin yang disebabkan karena patologis. Berikut ini hal – hal yang dapat menjadi penyebabnya :

  • Infeksi Bakteri / Virus
  • Breast milk jaundice
  • Trauma kelahiran
  • Sel darah merah yang tidak normal
  • Kelainan hati
  • Rhesus inkompabilitas
  • AOB Inkompabilitas

Ciri – Ciri Bayi Kuning

Seperti yang sudah kita ketahui diatas. Terdapat beberapa gejala, tanda atau ciri bayi kuning. Namun ada dua penyebabnya. Kuning yang dialami secara normal (fisiologis) atau kuning yang terjadi karena kondisi tidak normal seperti infeksi patologis dan lainnya.

Berikut bebrapa ciri atau tanda bayi kuning secara umum :

  • Kulit dan mata bayi menguning
  • Tidak mau minum
  • Bayi rewel dan tidak tenang
  • Lemas, demam dan juga kejang

Tanda – tanda bayi kuning yang normal akan hilang dalam waktu sekitar 3 hingga 4 hari. Hal ini karena unsur faktor fisiologis yaitu kondisi organ hati yang belum matang. Ketika sudah matang dalam rentang waktu tersebut. Ciri atau tanda – tanda tersebut akan menghilang dengan sendirinya.

Adapun gejala ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya dan perlu diwaspadai sebagai berikut :

  • Kuning pada bayi dialami dalam waktu 24 jam pertama dilahirkan
  • Berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Kondisi bayi seperti sakit
  • Malas minum, demam, lemas, kejang dan lainnya
  • Memiliki riwayat keluarga yang tekena kuning
  • Riwayat penyakit hati (liver)

Penanganan Bayi Kuning

Bayi dengan kondisi seperti ini perlu dilakukan penanganan yang super ketat. Meski demikian, para orang tua diharapkan untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan dan perawatan pada dokter yang berkompeten. Terdapat beberapa cara mengatasi bayi kuning yang dilakukan di rumah sakit. Diantaranya :

1. Terapi Sinar Biru Fototerapi

terapi lampu fototerapi pada bayi kuning

Apabila kadar bilirubin yang terdapat di dalam darah bayi cukup tinggi atau melebihi ambang batas (diatas 5 mg/dl). Salah satu terapi yang diberikan yaitu penyinaran dengan lampu fototerapi blue light. Hal ini dilakukan untuk membantu memecah bilirubin sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Penyinaran dilakukan selama 24 jam atau hingga kadar bilirubin dalam tubuh bayi berkurang hingga dalam batas normal.

2. Transfusi Tukar

Terapi ini dilakukan dengan cara transfusi darah dengan darah yang segar dan tidak mengandung antibodi atau antigen. Jalan ini dipilih apabila kadar bilirubin dalam darah sudah sangat tinggi dan sulit ditangani dengan terapi lampu fototerapi yaitu sekitar 20 hingga 25 mg/dl.

Adakah cara mengatasi bayi kuning secara tradisional ?

Timbul asumsi di masyarakat bahwa bayi kuning dapat diatasi dengan terapi sinar matahari pagi. Namun hal ini tidak sepenuhnya dibenarkan oleh dokter karena jarak sinar yang terlalu jauh sehingga panjang gelombang yang sampai pada bayi tidak sepenuhnya tepat dibutuhkan untuk terapi bilirubin tersebut. Justru cara mengatasi bayi kuning di rumah adalah dengan memberikan ASI (IMD) inisiasi menyusui dini sebelum dilanjutkan meminta pertolongan medis ke dokter terdekat. Sekian, semoga bermanfaat !

Baca juga : Mengenal Cara Kerja Defibrillator Menyelamatkan Manusia

Leave a Reply